Minggu, 21 Desember 2014

Sejarah Olahraga Voli di Dunia dan Di Indonesia


bolavoli Pengetahuan :Sejarah Olahraga Voli di Dunia dan Di Indonesia

Siapa yang tidak mengenal olahraga yang setiap timnya terdiri dari 6 orang pemain dan menggunakan jaring net yang membentang melintang membagi lapangan menjadi dua bidang yang sama luasnya. Ya,yang dimaksudkan diatas adalah olahraga voli yang populer di tengah masyarakat Dunia,terutama Indonesia.
Tapi tahukah anda tentang sejarahnya?
Olahraga Voli pertama diperkenalkan pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat) oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA (Young Men’s Christian Association)  yang merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Pada awalnya permainan ini disebut Mintonette.
Mintonette atau yang sekarang dikenal sebagai olahraga voli adalah gabungan dari beberapa permainan yaitu Handball (bola tangan),Basket,Baseball dan tenis. Awalnya permainan ini diciptakan untuk anggota YMCA yang sudah tidak muda lagi karena itu permainan ini dibuat tidak se aktif basket yang ditemukan oleh James Naismith,empat tahun sebelum Mintonete atau voli ini ditemukan.
Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Saat itu juga nama permainan Mintonette berubah menjadi Volley Ball (bola volly) karena melihat ciri permainan ini dilakukan dengan cara dengan melambungkan bola sebelum menyentuh tanah (volleying).
Saat menghadiri konferensi yang diadakan di kampus YMCA, Springfield yang juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Morgan membawa serta dua tim yang beranggotakan lima orang. Pada kesempatan itu, Morgan menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam (Indoor) maupun di luar ruangan (Outdoor) dengan sangat leluasa. Permainan ini pun dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Demam Mintonette yang sudah beralih nama menjadi olahraga voli pun sampai di tanah air Indonesia. Tepatnya ditahun 1928 saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda,Guru-guru pendidikan Jasmani dari negeri bunga tulip itu pun didatangkan untuk mengembangkan dan memperkenalkan olahraga voli dan olahraga-olahraga lainnya. Saat itu,selain guru-guru yang mengajarkan voli,para tentara Belanda pun ikut andil dalam memperkenalkan olahraga ini. Mereka bermain disela-sela waktu senggang mereka dan tidak jarang mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni yang ada.
Tahun demi tahun berlalu,olahraga bola voli pun berkembang dengan pesat di Indonesia. Hal ini ditandai oleh bermunculannya klub-klub voli di kota besar yang menjamur ke seluruh Indonesia. Hal ini mendasari berdirinya PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) di Jakarta pada tanggal 22 Januari 1955 yang bersamaan dengan diadakannya kejuaraan perdana olahraga voli. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untukwanitanya.
Dewasa ini,olahraga voli mendapatkan perhatian yang sangat serius dari pemerintah. PBVSI sendiri memiliki tiga jenjang pembinaan resmi yaitu
PROLIGA,adalah sebuah event olahraga voli yang menggabungkan antara olahraga dan entertainmnent. Setiap tim yang mengikuti lahga ini wajib untuk mengikat para pemainnya secara profesional.
LIVOLI,adalah laga olahraga voli yang diikuti oleh kurang lebih 10  klub ternama di Indonesia yang tercatat di PBVSI.
KEJURNAS,adalah laga yang diikuti oleh semua perwakilan klub resmi daerah yang terdaftar di PBVSI. Klub yang berhak mengikuti kejurnas adalah klub finalis pada laga kejurda. Sedangkan untuk klub Finalis Kejurnas memiliki hak promosi untuk mengikuti LIVOLI.

0 komentar:

Posting Komentar